Warga Tunggu Raskin Ke-13

Diposkan oleh royan naimi on Wednesday, November 28, 2012

    OPEN YOUR MIND. PROGRAM penyaluran beras untuk rumah tangga miskin (raskin) sangat berarti bagai masyarakat kurang mampu untuk mencukupi keperluan makan sehari-hari. Walaupun, tiap keluarga hanya bisa mendapat beras 15 kilogram tiap bulan.  
   Seperti diungkapkan warga RT 18, Kelurahan Melayu, Masni. Menurut dia, meski pembagian raskin dilakukan setiap bulan, pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku harus tetap menyediakan anggaran setiap bulan untuk membeli tambahan beras.
    Setidaknya dia menambah 20 sampai 25 kilogram. Adanya program raskin sangat membantu Masni. Jika mengandalkan penghasilannya setiap bulan, dia mengaku tak mampu beli beras. Biaya hidup yang ditanggung, istri dan dua anaknya saat ini juga sudah sangat kekurangan.
    Dai sangat sangat mengharapkan pembagian raskin ke-13. Layaknya PNS yang dapat gaji ke- 13, raskin ke 13 sangat diharapkan karena mendapatkan bonus beras dengan jumlah yang sama seperti penyaluran tiap bulan, yakni 15 kilogram seharga Rp 24 ribu.
    Masni mengaku jika beras ke-13 terkadang jadi penolong baginya. Ketika benar-benar memerlukan uang tambahan, ia menjual beras ke-13 dengan harga lebih dari biasanya, yakni Rp 35 ribu per 15 kilogram.
    "Ya kadang kalau lagi mepet dijual juga. Uangnya untuk keperluan lain," katanya.
    Raskin ke-13 kabarnya bakal dibagi akhir tahun ini. Makanya Masni sangat menunggunya. Kabar didapat Masni, pembagian raskin dilakukan usai pembagian jatah rutin pada Desember nanti. Namun hingga sekarang belum ada kepastiannya. Dia juga tak memperoleh informasi cara pengambilannya. Berdasar data baru penerima raskin, warga harus mengambil menggunakan kartu raskin dari pusat. Potongan kartu diberikan ke pihak kelurahan usai menerima raskin.
    Namun, Masni mengaku memiliki potongan kartu hanya untuk jatah raskin bulanan. "Hal ini bikin bingung, kartunya cuma cukup untuk pembagian raskin sampai Desember. Tidak ada tulisan raskin ke-13," katanya.
    Kabag Kesra Pemko Banjarmasin, Kurnadiansyah mengatakan, raskin ke-13 akan dibagikan pada Desember 2012. Mengenai waktu tepatnya, dia belum bisa memastikan karena pembagian raskin dilakukan secara bergiliran.
    Seperti dirangkum dari metro banjar, terkait tidak adanya kartu pengambilan raskin, ia mengakui memang dari pusat raskin ke-13 tidak diberikan sobekan kartu. Hanya saja kepemilikan kartu sesuai dengan data PPLS 2011, yakni bagi 20.176 RTS akan dibagikan sesuai dengan data yang ada.
    Pembagian raskin ke-13, lanjut Kurnadiansyah seperti pembagian  raskin biasanya. Setiap warga mendapatkan 15 kilogram dengan biaya Rp 24 ribu. Dibagikan usai pembagian jatah raskin Desember.
"Berselang, beberapa hari usai pembagian raskin Desember," ucap dia. (*)

Info Kurang Sosialisasi
    BERDASAR
surat edaran dari Kabag Kesra nomor 400/339/kesra/2012 kepada seluruh camat dan lurah, pendistribusian raskin ke-13 sebanyak 13.302.640 kilogram untuk 20.176 RTS. Pembagian raskin ini, harus tepat sasaran. Raskin diterima oleh warga yang tercantum dalam data atau warga miskin yang menggantikan warga sebelumnya yang diputuskan melalui musyawarah kelurahan.
    Kabag Kesra Pemko Banjarmasin, Kurnadiansyah mengatakan, raskin ke-13, biasanya jarang diketahui warga. Ia berharap agar camat atau lurah menyosialisasikannya kepada warga untuk mengetahui waktu pembagian. Jadi, semua warga bisa mengambilnya tepat pada waktunya. "Sampaikan kepada yang berhak. Bisa diberitahukan ketika pembagian raskin Desember nanti. Misalkan beberapa hari ke depan ada pembagian raskin ke 13," ucap Kurnadiansyah.
    Program ini mulai pada Januari 2003. Pada 2010, jatah beras yang dialokasikan dikurangi menjadi 13 kilogram per rumah tangga per bulan sedangkan pada 2009 jatah ditetapkan 15 kilogram.  Program subsidi beras ini sejak awal digelar, dilaksanakan oleh Perum Bulog. Namun, mulai 2013 akan berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial. 
    Pengalihan tanggung jawab program raskin tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2011 tentang Fakir Miskin. Kementerian Sosial menjadi leading sector dalam penanganan fakir miskin.  Penanganan masalah fakir miskin tersebut terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan salah satunya yaitu melalui program subsidi raskin, kebutuhan sandang dengan penguatan dari segi ekonomi, dan kebutuhan papan lewat program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
    Kementerian Sosial kemungkinan tetap bekerja sama dengan Perum Bulog terkait persedian beras. Sementara menyangkut data orang miskin dan mekanismen penyalurannya menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial. Meski UU Fakir Miskin sudah dikeluarkan tapi anggaran untuk penanganan belum memadai. Sebab, peraturan pelaksana berupa Peraturan Pemerintah (PP) belum terbit dan masih disusun. (*)


Cara Mendapatkan Beras Miskin (Raskin) ke-13:
- Bawa kartu raskin ke kelurahan
- Berikan potongan tanda bukti menerima raskin
- Membayar Rp 24 ribu untuk 15 kg raskin
- Pembagian pada Desember 2012

Ketentuan Penerima Raskin:
- Punya kartu Raskin TNP2K
- Pada kartu tertera nama dan alamat penerima sesuai data BPS
- Potongan kartu sesuai dengan jumlah jatah raskin yang diterima
- Potongan kartu ditempelkan pada lembar kendali raskin, dilaporkan ke TNP2K
- Penerima raskin untuk Banjarmasin 20.176 RTS
- Warga penerima raskin yang tak masuk daftar RTS baru akan mengganti penerima yang meninggal atau 
   pindah

Penyaluran Raskin di Indonesia:
- Dimulai sejak 1998 ketika krisis moneter menimpa Indonesia
- Awalnya disebut operasi pasar khusus (OPK)
- Mulai 2002 diubah namanya menjadi raskin
- Sampai 2006, data penerima manfaat raskin menggunakan data dari BKKBN
- Mulai 2007, digunakan data Rumah Tangga Miskin (RTM) BPS sebagai data dasar dalam pelaksaan 
  raskin
---------------------------------------------------------

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment