* Gratis Ikut Pertukaran Pelajar
OPEN YOUR MIND. JALAN-JALAN gratis ke luar negeri ditambah mendapat uang saku. Jika ingin mendapat fasilitas itu, ikut saja pertukaran pemuda dan atau pelajar. Salah satunya adalah Pertukaran Pemuda dan Pelajar Indonesia - Jepang. "Bukan hanya bisa jalan-jalan ke negeri Sakura, saya banyak mendapat pelajaran berharga di sana," kata Rustam Nawawi, siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Hijrah Cindai Alus, Banjar, Senin (25/6) sore.
Menurut dia, kebudayaan Jepang sangat luar biasa dan perlu diteladani. Siswa kelas XII MA ini mencontohkan budaya antre dan tidak berdesak-desakan di negeri Matahari Terbit ini. "Setiap kali antre, mereka selalu tertib dan tak ada istilah menyerobot. Orang Jepang terbiasa hidup bersih, sehingga perlu banyak belajar dari mereka," kata Rustam yang ikut pertukaran pelajar Indonesia-Jepang April 2012 lalu.
Selain belajar budaya antre dan hidup bersih, keuntungan mengikuti pertukaran pelajar ini menambah kepercayaan diri Rustam. "Saya juga semakin termotivasi agar negara kita tak jauh ketinggalan dari Jepang," tandasnya.
Kasi Pemberdayaan Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disbudparpora) Provinsi Kalsel Hj Misfah Chaurina, mengatakan, kegiatan Persahabatan Pemuda dan Pelajar Indonesia- Jepang atau Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (Jenesys) ini merupakan program dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
Kasi Pemberdayaan Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disbudparpora) Provinsi Kalsel Hj Misfah Chaurina, mengatakan, kegiatan Persahabatan Pemuda dan Pelajar Indonesia- Jepang atau Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (Jenesys) ini merupakan program dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, program ini dilaksanakan 17 April sampai 4 Juli. Sebelum dikirim ke Jepang kita melakukan seleksi yang begitu ketat," ujar Hj Misfah.
Seleksi tersebut meliputi penguasaan bahasa Inggris yang aktif, keterampilan kesenian daerah seperti pencak silat, seni suara, menari daerah dan lain-lainnya serta pengetahuan umum.
Seleksi tersebut meliputi penguasaan bahasa Inggris yang aktif, keterampilan kesenian daerah seperti pencak silat, seni suara, menari daerah dan lain-lainnya serta pengetahuan umum.
Misfah mengatakan, dari sekitar 80 pelajar yang mendaftar, akan diseleksi menjadi dua orang terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan. "Sebelumnya kita mendapat jatah empat terdiri atas dua laki-laki dan dua perempuan. Sekarang dikurangi menjadi dua orang yakni satu laki-laki dan satu perempuan," katanya.
Menurut Misfah, bagi yang lolos seleksi akan dididik selama dua hari di Jakarta dan setelah itu diterbangkan ke Jepang. "Mereka tinggal di Jepang selama 10 hari, tinggal bersama orangtua angkat di sana," tandasnya. (mtb)
Menurut Misfah, bagi yang lolos seleksi akan dididik selama dua hari di Jakarta dan setelah itu diterbangkan ke Jepang. "Mereka tinggal di Jepang selama 10 hari, tinggal bersama orangtua angkat di sana," tandasnya. (mtb)
Harus Lancar Bahasa Inggris
SYARAT utama agar bisa ikut pertukaran mahasiswa ke luar negeri adalah lancar berbahasa Inggris. "Kemampuan berbahasa Inggris sekarang ini sangat diutamakan kalau ingin ikut pertukaran pelajar maupun pemuda ke luar negeri. Malah lima sampai 10 tahun akan datang, bahasa Inggris merupakan 'kewajiban'," kata Arif Mukhyar, Ketua DPD Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Kalsel.
Menurut dia, untuk bisa bahasa Inggris tak perlu kursus kelembaga kursus bahasa Inggris, tapi bisa melalui kelompok studi belajar. "Kalau diasah sejak dini, pasti bahasa Inggrisnya akan lancar," kata dia.
Arif mengatakan, dengan berbekal bisa bahasa Inggris kemudian ikut pertukaran mahasiswa, percakapan menggunakan bahasa internasional semakin lancar. Diakui Arif, selain bahasa Inggris semakin lancar dan bisa melihat negara lain, memang ada ruginya yang ikut pertukaran pemuda yakni ketinggalan satu atau dua semester dari teman seangkatan.
"Sewaktu saya ikut pertukaran mahasiswa tersebut, saya harus cuti satu semester kuliah di IAIN. Namun, ketinggalan kuliah tersebut terbayar dengan pengalaman yang didapat sekaligus bisa pergi ke luar negeri," tandasnya.
Senada diungkapkan Rustam Nawawi yang mengikuti pertukaran pelajar Indonesia - Jepang, April 2012 lalu. "Sewaktu saya mengikuti seleksi, wawancarannya menggunakan bahasa Inggris. Walau pun selama di Jepang, tidak selamanya berbahasa Inggris, tapi lebih banyak bahasa Jepang dan ada peterjemahnya," tandasnya.
Walau demikian, lanjut siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Hijrah Martapura ini, dengan mengikuti pertukaran pelajar, bahasa Inggrisnya lebih terasah lagi.
Kasi Pemberdayaan Kepemudaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Provinsi Kalsel Hj Misfah Chaurina mengatakan dalam seleksi calon pelajar dan pemuda yang mengikuti pertukaran pelajar diharuskan bisa berbahasa Inggris aktif. "Ini untuk mempermudah mereka berkomunikasi dengan orangtua angkat maupun masyarakat yang ditujunya," paparnya.
Jadi, bagi mereka yang berminat mengikuti pertukaran pelajar agar mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya dan pengetahuan tentang budaya lokal. Ditambahkan dia, program pertukaran pelajar dan mahasiswa ini dilaksanakan tiap tahun, pelaksanaan dan berapa jumlah orang yang dikirim tergantung Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Jakarta. "Kami hanya diminta melakukan seleksi saja dan mengirim ke Jakarta," tandas Misfah. (mtb)
SYARAT utama agar bisa ikut pertukaran mahasiswa ke luar negeri adalah lancar berbahasa Inggris. "Kemampuan berbahasa Inggris sekarang ini sangat diutamakan kalau ingin ikut pertukaran pelajar maupun pemuda ke luar negeri. Malah lima sampai 10 tahun akan datang, bahasa Inggris merupakan 'kewajiban'," kata Arif Mukhyar, Ketua DPD Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Kalsel.
Menurut dia, untuk bisa bahasa Inggris tak perlu kursus kelembaga kursus bahasa Inggris, tapi bisa melalui kelompok studi belajar. "Kalau diasah sejak dini, pasti bahasa Inggrisnya akan lancar," kata dia.
Arif mengatakan, dengan berbekal bisa bahasa Inggris kemudian ikut pertukaran mahasiswa, percakapan menggunakan bahasa internasional semakin lancar. Diakui Arif, selain bahasa Inggris semakin lancar dan bisa melihat negara lain, memang ada ruginya yang ikut pertukaran pemuda yakni ketinggalan satu atau dua semester dari teman seangkatan.
"Sewaktu saya ikut pertukaran mahasiswa tersebut, saya harus cuti satu semester kuliah di IAIN. Namun, ketinggalan kuliah tersebut terbayar dengan pengalaman yang didapat sekaligus bisa pergi ke luar negeri," tandasnya.
Senada diungkapkan Rustam Nawawi yang mengikuti pertukaran pelajar Indonesia - Jepang, April 2012 lalu. "Sewaktu saya mengikuti seleksi, wawancarannya menggunakan bahasa Inggris. Walau pun selama di Jepang, tidak selamanya berbahasa Inggris, tapi lebih banyak bahasa Jepang dan ada peterjemahnya," tandasnya.
Walau demikian, lanjut siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Hijrah Martapura ini, dengan mengikuti pertukaran pelajar, bahasa Inggrisnya lebih terasah lagi.
Kasi Pemberdayaan Kepemudaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Provinsi Kalsel Hj Misfah Chaurina mengatakan dalam seleksi calon pelajar dan pemuda yang mengikuti pertukaran pelajar diharuskan bisa berbahasa Inggris aktif. "Ini untuk mempermudah mereka berkomunikasi dengan orangtua angkat maupun masyarakat yang ditujunya," paparnya.
Jadi, bagi mereka yang berminat mengikuti pertukaran pelajar agar mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya dan pengetahuan tentang budaya lokal. Ditambahkan dia, program pertukaran pelajar dan mahasiswa ini dilaksanakan tiap tahun, pelaksanaan dan berapa jumlah orang yang dikirim tergantung Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Jakarta. "Kami hanya diminta melakukan seleksi saja dan mengirim ke Jakarta," tandas Misfah. (mtb)
---------------------------------------------------------------------------
Syarat Calon Peserta Persahabatan Pemuda dan Pelajar Indonesia- Jepang:
- Siswa SMA kelas 1 atau kelas 2 sebanyak dua orang terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan dan
Syarat Calon Peserta Persahabatan Pemuda dan Pelajar Indonesia- Jepang:
- Siswa SMA kelas 1 atau kelas 2 sebanyak dua orang terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan dan
mempelajari bahasa Jepang, serta berusia 16- 18 tahun
- Mengisi entry form
- Mengisi visa application form
- Mengirimkan fotokopi KTP atau kartu pelajar sebanyak 3 lembar
- Mengirimkan paspor asli yang bersangkutan dan fotokopi paspor sebanyak tiga lembar
- Melampirkan surat keterangan/rekomendasi/izin dari sekolah yang bersangkutan
- Calon peserra harus memiliki kondisi fisik prima
- Calon peserta hasil seleksi Dispora yang sudah direkomendasikan dilarang mengundurkan diri
Seleksi Meliputi:
- Bahasa Inggris
- Kesenian daerah
- Pengetahuan umum
Syarat Umum Pertukaran Pemuda dan Mahasiswa antar Negara:
- Pemuda Indonesia berusia 18-30 tahun
- Sehat secar fisik dan mental
- Belum menikah
- Mampu berbahasa Inggris secara aktif
- Memiliki kompetensi di bidang kesenian dan kebudayaaan Kalsel
Program Pertukaran Pemuda dan Mahasiswa:
- Indonesia - Kanada
- Indonesia - Australia
- Indonesia - Korsel
- Indonesia - Cina
- Indonesia - Malaysia
- Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang
Lama Pertukaran: Enam bulan
--------------------------------------------------------
* Sumber: Disbuparpora Kalsel dan DPD PCMI Kalsel
Open Your Mind
- Mengisi entry form
- Mengisi visa application form
- Mengirimkan fotokopi KTP atau kartu pelajar sebanyak 3 lembar
- Mengirimkan paspor asli yang bersangkutan dan fotokopi paspor sebanyak tiga lembar
- Melampirkan surat keterangan/rekomendasi/izin dari sekolah yang bersangkutan
- Calon peserra harus memiliki kondisi fisik prima
- Calon peserta hasil seleksi Dispora yang sudah direkomendasikan dilarang mengundurkan diri
Seleksi Meliputi:
- Bahasa Inggris
- Kesenian daerah
- Pengetahuan umum
Syarat Umum Pertukaran Pemuda dan Mahasiswa antar Negara:
- Pemuda Indonesia berusia 18-30 tahun
- Sehat secar fisik dan mental
- Belum menikah
- Mampu berbahasa Inggris secara aktif
- Memiliki kompetensi di bidang kesenian dan kebudayaaan Kalsel
Program Pertukaran Pemuda dan Mahasiswa:
- Indonesia - Kanada
- Indonesia - Australia
- Indonesia - Korsel
- Indonesia - Cina
- Indonesia - Malaysia
- Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang
Lama Pertukaran: Enam bulan
--------------------------------------------------------
* Sumber: Disbuparpora Kalsel dan DPD PCMI Kalsel
Open Your Mind
{ 1 komentar... read them below or add one }
pak mendiknas...tlg permudah anak bangsa mendapatkan pendidikan dng murah dan berkualitas,agar bangsa ini maju dan tdk dilecehkan oleh bangsa lain karena SDMnya tdk cukup baik.....program2 seperti ini bila disosialisasikan ke sekolah2 pasti memacu anak didik untuk menjadikan dirinya SDM yang berkualitas...!!! maju terus indonesia..!!!!!
Post a Comment