Menabung untuk Pergi Haji

Diposkan oleh royan naimi on Saturday, July 23, 2011

     PERGI ke Tanah Suci Mekkah, melaksanakan ibadah haji, perlu persiapan baik moral maupun material. Jika Anda ingin berangkat melalui jalur pemerintah, maka harus mendaftar dulu untuk mendapatkan nomor antrean atau daftar tunggu.
    Bagi yang tidak memiliki uang kontan, namun berniat mendaftar ibadah haji, maka bisa mengawalinya dengan cara menabung. Menabung bisa dilakukan di bank mana saja. Hampir setiap bank yang ada di wilayah Kalsel memiliki program tabungan haji. Satu di antaranya di Bank BNI.
    Pimpinan Bidang Operasional BNI Kantor Cabang Utama Banjarmasin, Djumono mengatakan, keinginan berhaji harus dimulai dengan niat yang baik. Dengan adanya niat, sejak dini mulai mempersiapkan diri dan merencanakan segala sesuatunya guna mewujudkan cita-cita beribadah haji.
    "Niat untuk beribadah bisa diwujudkan dengan diawali perencanaan yakni menabung. Di BNI ada program BNI Haji yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang mempunyai niat untuk berhaji," kata Djumono.
    Dijelaskannya, untuk mengikuti program itu langkah awal yang ditempuh yakni membuka rekening haji. Pembukaan rekening dapat dilakukan di seluruh cabang, sesuai dengan domisili nasabah dalam satu provinsi.
    Sedang persyaratan dan prosedurnya sangat mudah. Calon nasabah melampirkan fotokopi KTP atau identitas yang masih berlaku dengan menunjukan aslinya. Setoran awal pembukaan rekening minimal Rp 500.000.
    Selanjutnya, setoran bisa dilakukan secara tetap atau tidak tetap. Untuk setoran tetap, besarnya sudah ditentukan tiap bulannya. Sedangkan setoran tidak tetap tergantung dari nasabah.
    Untuk mendapatkan nomor porsi (jatah yang diberangkatkan haji), setoran awal biaya penyelengaraan ibadah haji (BPIH) atau sekarang disebut ONH (ongkos naik haji) harus mencapai Rp 25 juta.
    "Biaya asumsi nilai setoran bisa saja berubah sesuai ketentuan dari kementerian agama. Jadi, untuk setoran tetap calon nasabah bisa memilih setiap bulannya dan berapa lama menabungnya," lanjut
Djumono.
    Dia mencontohkan, jika nasabah menargetkan 10 tahun untuk mendapatkan nomor porsi, maka angsuran yang harus disetorkan sebesar Rp 205.000 per bulannya.
    Namun, jika ditargetkan dalam satu tahun mendapatkan nomor porsi, maka nasabah harus menabung tiap bulanya sebesar Rp 2.045.000.
    "Bagi nasabah akan mendapatkan keuntungan yakni gratis premi perlindungan asuransi jiwa, yang pertanggungannya senilai maksimal BPIH. Jadi, dana ibadah haji yang direncanakan tetap dapat terwujud dan dipergunakan ahli waris untuk melanjutkan niat ibadah haji," kata Djumono lagi. (mtb)

Perlindungan 100 Persen

    BANYAK manfaat bagi nasabah bank haji. Di antaranya membantu meringankan persiapan dana untuk menunaikan ibadah haji.  Pimpinan Bidang Operasional BNI Kantor Cabang Utama Banjarmasin, Djumono mengatakan, di banknya ada beberapa kemudahan didapat oleh nasabah penyetoran haji.
    BNI Haji, katanya terhubung secara online dengan siskohat kementerian agama, sehingga akan memperoleh kepastian nomor porsi keberangkatan ibadah haji setelah dana mencapai jumlah tertentu.
    Saat ini jumlah setoran awal biaya penyelengaraan ibadah haji (BPIH) atau sekarang disebut ONH (ongkos naik haji) sesuai dengan ketentuan kementerian agama yakni tabungan harus mencapai Rp 25 juta.
    Pihaknya mengimbau agar nasabah rutin menabung sehingga  memenuhi BPIH dan dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan niatnya. "Semua diawali dengan niat. Namun alangkah baiknya bila niat itu direncanakan secara matang agar dapat terlaksana," tambahnya.
    Mengenai perlindunagn asuransi jiwa nasabah, Djumono mengatakan, bagi nasabah yang memilih program setoran tidak tetap, perlindungan asuransi diberikan 100 persen dari saldo nasabah. Apabila nasabah meninggal dunia karena kecelakaan, akan diberikan maksimal senilai BPIH yang terakhir ditetapkan oleh pemerintah. (mtb)

Syarat/Ketentuan Setoran Haji
1.    Membuka rekening haji di bank yang ditunjuk
2.    Dapat dilakukan di seluruh cabang bank, sesuai domisili nasabah dalam satu provinsi
3.    Calon nasabah harus melampirkan fotokopi KTP atau identitas yang masih berlaku dengan menunjukan
       aslinya
4.    Setoran awal pembukaan rekening minimal Rp 500.000.
5.    Ada dua alternatif setoran, setoran tidak tetap dan tetap
6.    Untuk mendapatkan nomor porsi, tabungan harus mencapai Rp 25 juta, sesuai dengan setoran awal biaya penyelengaraan ibadah haji (BPIH)
Sumber: BNI Kantor Cabang Utama Banjarmasin

{ 3 komentar... read them below or add one }

Post a Comment